taubat
- 1. Taubat A. Makna
TaubatMenurut bahasa At-taubah berarti ar-rujuu‟ (kembali), sedangkan
menurut istilah taubat adalah kembali darikondisi jauh dari Allah SWT
menuju kedekatan kepada-Nya. Atau: pengakuan atas dosa, penyesalan,
berhenti,dan tekad untuk tidak mengulanginya kembali di masa
datang.Mengapa harus bertaubat?1. Karena manusia pasti berdosa.2. Karena
dosa adalah penghalang antara kita dan Sang Kekasih (Allah SWT), maka
lari dari hal yang membuatkita jauh dari-Nya adalah kemestian.3. Karena
dosa pasti membawa kehancuran cepat atau lambat, maka mereka yang
berakal sehat pasti segeramenjauh darinya.4. Jika ada manusia yang tidak
melakukan dosa, pasti ia pernah berkeinginan untuk melakukannya. Jika
adaorang yang tidak pernah berkeinginan melakukan dosa, pasti ia pernah
lalai dari mengingat Allah. Jika ada orangyang tidak pernah lalai
mengingat Allah, pastilah ia tidak akan mampu memberikan hak Allah
sepenuhnya. Semuaitu adalah kekurangan yang harus ditutupi dengan
taubat.5. Karena Allah swt memerintahkan kita bertaubat, sebagaimana
dalam firman-Nya,“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada
Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).
Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan
memasukkanmu ke dalamjannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orangmukmin yang
bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah
kanan mereka, sambilmereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah
bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami;Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa
atas segala sesuatu”. (QS. At-Tahrim: 8)“Dan bertaubatlah kamu sekalian
kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS.
An-Nuur: 31)“dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan
bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakanyang demikian), niscaya Dia
akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai
kepadawaktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada
tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan(balasan) keutamaannya. Jika
kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa
harikiamat.” (QS. Huud: 3)6. Karena Allah mencintai orang yang
bertaubat, sebagaimana dalam firman-Nya,
- 2. “Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang
mensucikandiri.” (QS. Al-Baqarah: 222)7. Karena Rasulullah SAW
senantiasa bertaubat padahal beliau seorang nabi yang ma‟shum (terjaga
dari dosa).Beliau bersabda:“Demi Allah, sesungguhnya aku meminta ampun
dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluhkali.”
(HR. Bukhari).Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa beliau beristighfar
seratus kali dalam sehari.Syarat-syarat taubat 1. Penyesalan dari dosa
karena Allah. 2. Berhenti melakukannya. 3. Bertekad untuk tidak
mengulanginya di masa datang. 4. Dilakukan sebelum nyawa sampai di
tenggorokan ketika sakaratul maut, atau sebelum matahari terbit dari
barat. 5. Jika dosa berkaitan dengan sesama manusia, maka syaratnya
bertambah satu: melunasi hak orang tersebut, atau meminta
kerelaannya, atau memperbanyak amal kebaikan.Kemaksiatan yang dilakukan
berkaitan dengan hak sesama manusia, ada empat syarat yang harus
dipenuhi, yaknisyarat pertama, kedua, dan ketiga, sebagaimana tiga
syarat di atas, dan syarat keempat: membebaskan diri darihak
tersebut.Artinya, jika hak itu berupa harta benda, ia harus
mengembalikan kepada pemiliknya. Jikaberupa qadzaf (menuduh orang lain
berbuat zina), ia harus menyerahkan dirinya untuk dijatuhi hukuman
ataumeminta maaf kepada orang yang bersangkutan. Jika berupa ghibah
(menggunjing orang lain), ia harus memintamaaf kepada orang
tersebut.Setiap orang harus bertaubat dari segala dosa yang pernah
diperbuat. Jika ia hanya bertaubat dari sebagiandosanya, taubat tersebut
diterima, namun ia masih mempunyai tanggungan dosa yang lain. B. Buah
dari TaubatTaubat selain kewajiban dan keharusan yang mesti dilakukan
oleh manusia, tanpa terkecuali orang berimanapalagi orang banyak berdosa
dan maksiat. Allah SWT berfirman“…dan bertaubatlah kamu sekalian kepada
Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
(QS.An-Nuur: 31)Allah Berfirman:“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian
bertaubatlah kepada-Nya…” (QS. Huud: 90)Allah Berfirman:“Hai orang-orang
yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang
sesungguhnya…” (QS. At-Tahrim:8)
- 3. Dalam hadits nabi
disebutkan:Abu Hurairah RA berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW
bersabda, „Demi Allah, sesungguhnya, aku membacaistighfar dan bertaubat
kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.‟”(HR.
Bukhari)Dalam riwayat lain disebutkan:Al-Aghar bin Yasar Al-Muzani RA
berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hai manusia, bertaubatlah
kepadaAllah dan mintalah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya, aku bertaubat
seratus kali dalam sehari.” (HR. Muslim)Taubat juga merupakan amalan
yang sangat disenangi dan dicintai oleh Allah SWT. Seperti firman
Allah:“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertaubat dan mencintai
orang yang mensucikan diri” (QS. Al-Baqarah: 222)Kegembiraan dan
kesenangan Allah begitu besar seperti orang yang mendapatkan barang yang
sebelumnya hilangnamun secara tiba-tiba ada dihadapannya, Rasulullah
saw mentamsilkan dalam haditsnya:Abu Hamzah, Anas bin Malik Al-Ansari RA
(pelayan Rasulullah SAW.) berkata bahwa Rasulullah SAWbersabda: “Allah
lebih gembira terhadap taubat hamba-Nya daripada seseorang di antara
kamu yangmendapatkan untanya yang telah hilang di gurun sahara.”
(Muttafaq „alaih)Dalam riwayat lain disebutkan: “Allah sangat gembira
terhadap hamba-Nya yang mau bertaubat. KegembiraanAllah itu lebih besar
daripada kegembiraan seseorang di antara kamu yang mendapatkan kembali
untanya yangsarat dengan perbekalan. Sebelumnya, ia mengendarai untanya
di gurun sahara, lalu unta yang a tunggangilepas. Padahal, di atas unta
tersebut terdapat makanan dan minuman perbekalannya. Ia sudah putus
asa.Kemudian, ia mendekati sebuah pohon, dan berbaring di bawahnya. Dia
sudah yakin bahwa untanya tidak akankembali. Pada saat itulah, tiba-tiba
unta tersebut berdiri di depannya. Ia memegang kendalinya. Lalu
karenasangat gembiranya, ia mengucapkan, „Ya Allah, Engkau adalah
hambaku dan aku adalah tuhan-Mu.‟ Ia salahmengucapkannya karena sangat
gembira.” (HR. Muslim)
- 4. Dalam hadits disebutkan:Abu Hurairah
RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT tertawa melihat dua
orang yang inginsaling membunuh, tetapi keduanya masuk surga.”Para
sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana itu bisa
terjadi?”(Rasulullah menjawab), “Orang yang pertama berperang di jalan
Allah, lalu ia terbunuh sebagai syahid. Kemudian,si pembunuh bertaubat
dan masuk Islam. Ia berperang di jalan Allah hingga mati sebagai
syahid.” (Muttafaq„alaih)Di samping itu pula Allah akan menggantikan
keburukan dengan kebaikan, sebagaimana firman-Nya:“Kecuali orang yang
bertaubat, beriman dan melakukan perbuatan baik; maka kejahatan mereka
diganti dengankebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang”. (QS. Al-Furqan: 70)Karena itu taubat bagi kita adalah sebuah
kebutuhan agar kita mendapatkan karunia yang begitu dari Allah
SWT.Adapun buah dari bertaubat kepada Allah adalah:1. Mendapatkan
kecintaan dari Allah SWT.“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikandiri.” (QS.
Al-Baqarah: 222)2. Mendapatkan nikmat dari Allah saat di dunia.“… maka
aku katakan kepada mereka: „Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya
Dia adalah MahaPengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu
dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan
untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)3. Dihapuskannya dosa-dosa.
- 5.
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan
nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan
menutupi kesalahan-kesalahanmu…” (QS. At-Tahrim: 8)4. Mendapatkan
ganjaran surga “… dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai…” (QS. At-Tahrim: 8)5. Digantikannya kejahatan
dengan kebaikan“… kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan
mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka digantiAllah dengan
kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.
Al-Furqan: 70)C. Yang Menyebabkan Dosa Kecil Menjadi Besar di Sisi Allah
SWT1. Jika dilakukan terus menerusAllah SWT berfirman,“Dan (juga)
orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri, mereka ingatakan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa
mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selaindari pada Allah?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka
mengetahui.” (QS. AliImran: 135)Dosa besar yang hanya dilakukan sekali,
lebih bisa diharapkan pengampunannya dari pada dosa kecil yangdilakukan
terus menerus, jika seorang hamba meremehkannya. Setiap kali seorang
hamba menganggap besarsebuah dosa niscaya akan kecil di sisi Allah, dan
setiap kali ia menganggap remeh sebuah dosa niscaya akanmenjadi besar di
sisiNya.Abdullah bin Mas‟ud RA berkata:“Seorang mukmin memandang
dosanya bagaikan gunung yang akan runtuh menimpa dirinya, sedangkan
seorangpendosa menganggap dosanya seperti seekor lalat yang mencolok di
hidungnya, cukup diusir dengantangannya.” (HR. Bukhari-Muslim).Bilal bin
Sa‟ad rahimahullah berkata:“Jangan kamu memandang kecilnya dosa, tapi
lihatlah keagungan Zat yang kamu durhakai itu.”2. Jika seseorang
melakukan dosa tanpa diketahui orang lain lalu ia menceritakannya dengan
banggakepada orang lainJika dilakukan dengan bangga atau minta dipuji,
seperti seseorang yang mengatakan: “Lihat, bagaimanahebatnya saya
mempermalukan orang itu di depan umum!?” Atau seperti ucapan seorang
pedagang: “Lihat,bagaimana saya bisa menipu pembeli itu!?”Rasulullah SAW
bersabda:
- 6. “Setiap umatku selamat kecuali orang-orang yang
terang-terangan berlaku dosa. Dan di antara perbuatan terang-terangan
melakukan dosa ialah jika seseorang berdosa di malam hari sementara
Allah telah menutupi aibnya,namun di pagi hari ia merobek tirai penutup
itu sambil berkata: “Hai Fulan, semalam aku melakukan ini danitu.” (HR.
Bukhari-Muslim).3. Jika yang melakukannya seorang alim yang menjadi
panutan.Karena apa yang ia lakukan dicontoh oleh orang lain. Ketika ia
melakukan dosa, maka ia juga mendapatkan dosaorang yang mencontohnya.
Rasulullah SAW bersabda:“…dan barang siapa memberi contoh keburukan
dalam Islam maka baginya dosa perbuatan itu dan juga dosaorang yang
mencontohnya setelah itu tanpa dikurangi sedikit pun dosa itu dari
pelakunya.” (HR. Muslim).D. Allah Pasti Menerima Taubat Hamba-NyaJangan
takut dengan dosa yang pernah kita lakukan karena Allah pasti akan
menerima taubat hamba selamadirinya mau datang kepada Allah dan
bertaubat kepada-Nya dengan penuh kesungguhan. Ambilah hikmah
daribeberapa kisah yang terekam dalam hadits-hadits berikut ini,Abu
Sa‟id, Sa‟d bin Malik bin Sinan Al-Khudri RA berkata bahwa Nabi SAW
bersabda: “Di kalangan masyarakatsebelum kalian, ada seorang laki-laki
yang telah membunuh 99 orang. (Karena ingin bertaubat), ia
bertanyakepada seseorang, di mana orang yang paling banyak ilmunya
berada? Ia ditunjukkan kepada seorang pendeta,lalu ia mendatangi pendeta
itu.Orang yang mengantar berkata (kepada si pendeta), „Ia telah
membunuh 99 orang. Apakah ia masih memilikipeluang bertaubat.‟Pendeta
itu menjawab, „Tidak.‟(Laki-laki pembunuh itu naik pitam) lalu membunuh
si pendeta. Dengan demikian, ia telah membunuh seratusorang.Pembunuh itu
bertanya kembali tentang keberadaan orang yang paling banyak ilmunya.
Ia ditunjukkan kepadaseorang ulama. (Sesampainya di tempat ulama itu),
orang yang mengantar berkata, „Ia telah membunuh seratusorang, apakah
masih terbuka pintu taubat baginya?‟
- 7. Ulama itu menjawab,
„Ya. Tidak ada yang menghalangi Allah untuk menerima taubat.
Berangkatlah ke daerah inidan ini. Di sana ada kaum yang menyembah
Allah. Beribadahlah bersama mereka. Jangan kembali kelingkunganmu,
karena lingkunganmu adalah lingkungan yang buruk (penuh
maksiat).‟Laki-laki itu berangkat (memenuhi nasihat ulama itu). Di
tengah perjalanan, ia meninggal dunia.Malaikat rahmat dan malaikat azab
bertengkar (memperebutkannya). Malaikat rahmat berkata, „Dia telah
datangdalam keadaan bertaubat. Hatinya tertuju kepada Allah (karena itu,
dia adalah bagianku).‟Malaikat azab berkata, „Dia belum melakukan
kebaikan sedikit pun (karena itu, dia bagianku).‟Kemudian, datanglah
seorang malaikat dalam bentuk manusia. Kedua malaikat itu mengangkatnya
untuk menjadipenengah.Dia (malaikat penengah) berkata, „Ukurlah jarak
dua tanah itu (tanah yang mengarah ke tempat pemberangkatanlaki-laki
yang akan bertaubat dan tanah yang akan dituju). Ke manakah dia lebih
dekat, maka laki-laki inimiliknya.‟Dua malaikat mengukur tanah tersebut.
Setelah itu, diketahui bahwa si pembunuh lebih dekat dengan tanah
yangakan ditujunya. Dengan demikian, malaikat rahmatlah yang berhak
mengambilnya.” (Muttafaq „alaih)Di dalam riwayat lain disebutkan: “Jarak
ke tanah yang akan dituju lebih dekat satu jengkal, maka ia
menjadigolongannya.”Di dalam riwayat lain disebutkan: “Allah
memerintahkan kepada tanah tempat pemberangkatan untuk menjauhdan
memerintahkan kepada tanah tempat tujuan untuk mendekat, lalu berfirman,
„Ukurlah keduanya.‟ Merekamendapati bahwa tanah tujuan lebih dekat satu
jengkal, maka dosa-dosanya diampuni.‟”Di dalam riwayat lain disebutkan:
“Dada orang tersebut mendekat ke arah tanah yang dituju.”Dalam kisah
lain disebutkan:
–-Dari Abu Nujaid, Imran bin
Al-Hushain Al-Khuza‟i RA, menceritakan bahwa seorang wanita dari
Juhainah datangmenemui Rasulullah SAW. Wanita itu hamil karena zina. Dia
berkata, “Ya Rasulullah, aku berhak menerimahukuman hadd. Tegakkanlah
hukuman itu terhadapku.”Rasulullah SAW memanggil walinya dan bersabda,
“Jagalah dia dengan baik. Apabila dia telah melahirkan,bawalah ke
sini.”Sang wali melaksanakan perintah Rasulullah. Setelah wanita itu
melahirkan, wanita itu datang menemui Nabi SAWbersama wanita
tersebut.Lalu, Rasulullah SAW memerintahkan agar hukuman hadd
dilaksanakan terhadap wanita tersebut. Lalu ia diikat,dengan tetap
mengenakan pakaiannya (tidak dilepas). Rasulullah SAW memerintahkan agar
wanita itu dirajam.Perintah beliau pun dilaksanakan.
- 8.
Setelah dia meninggal dunia, Rasulullah menshalatinya. Umar RA berkata,
“Ya Rasulullah, engkau menshalatinya,padahal dia telah berbuat
zina?”Rasulullah menjawab, “Sungguh, dia telah bertaubat. Seandainya
taubatnya dibagikan kepada tujuh puluhpenduduk Madinah, taubat itu pasti
mencukupinya. Apakah kamu menjumpai sesuatu yang lebih utama
daripadaseseorang yang mengorbankan dirinya untuk Allah yang Mahamulia
lagi Maha Agung.” (HR. Muslim)Dalam hadits disebutkan:Ibnu Abbas RA dan
Anas bin Malik RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya
seseorang sudahmemiliki satu lembah emas, ia ingin memiliki dua lembah
emas. Tidak ada yang memenuhi mulutnya, kecualidebu1.Dan, Allah menerima
taubat orang yang mau bertaubat.” (Muttafaq „alaih)E. Jangan
Menunda-Nunda Taubat!Bersegera bertaubat hanya dilakukan oleh mereka
yang berakal sehat. Orang-orang yang menunda taubat ibaratseseorang yang
ingin mencabut pohon yang mengganggu, namun karena merasa sulit
mencabutnya iamenundanya hingga esok atau lusa, atau minggu depan, atau …
tanpa ia sadari bahwa semakin hari akar pohonitu makin menghujam di
tanah, sedangkan ia semakin tua dan lemah.Jangan menunda-nunda taubat
karena mengandalkan rahmat dan ampunan Allah SWT. Orang seperti itu
ibaratseorang laki-laki yang menghabiskan seluruh hartanya dengan
sia-sia dan meninggalkan keluarganya dalamkefakiran, lalu ia
mengharapkan harta karun datang kepadanya tanpa bekerja. Mungkin harta
karun itu ada, tapiorang ini jelas kurang sehat akalnya.Mengapa kita
dapat berpikir logis dalam masalah keduniaan namun tidak demikian dalam
urusan akhirat?Nabi SAW bersabda:Abu Musa, Abdullah bin Qais Al-Asy‟ari
RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda: “Allah membentangkan tangan-Nyadi
malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertaubat,
dan membentangkan tangan-Nya disiang hari agar orang yang berbuat
keburukan di malam hari bertaubat. (Ini akan terus berlaku) hingga
matahariterbit dari arah barat.” (HR. Muslim)Abu Hurairah RA berkata
bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bertaubat sebelum
matahari terbitdari arah barat, maka Allah akan menerima taubatnya.”
(HR. Muslim)1 Adapun yang dimaksud dengan “Tidak ada yang memenuhi
mulutnya, kecuali debu,” dalam hadits ini ialah tidakada yang dapat
menghentikan ketamakannya, kecuali kematian.
- 9. Abu
Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Khaththab RA berkata bahwa Nabi SAW
bersabda: “Allah yangMahamulia dan Maha Agung menerima taubat hamba-Nya
selama belum sekarat.”(Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits inihasan shahih.”)
- http://www.slideshare.net/syahrulhamid1/taubat#btnNext
Tidak ada komentar:
Posting Komentar